Andaikan aku sang bulan,
yang bisa menyuluh cahaya,
mahu aku menemanimu yang kelam,
menyinari bayangan yang sirna,
terhapus dek kabut yang menebal,
agar kau bisa mengejar kembali,
sinaran mentari yang sudah menjauh.
Andaikan aku sang bulan,
yang bisa menyuluh kegelapanmu,
mahu aku memancarkan harapan,
menyempurnakan tangga hasratmu,
terhalang dek malam gelita legam,
agar kau bisa menghambat kembali,
keemasan masa yang berlalu pergi.
Namun, aku hanyalah percikan bintang,
berkelip lembut dalam kegelapan,
seperti lelan sudah lautan impian,
ingin menjadi bulan di malam hari,
dan mentari ketika siang menjelang,
hanya untukmu yang masih di telaga,
walau khayalan telah tinggi menggunung.
.png)
Post a Comment